Dampak Efisiensi Anggaran pemerintah terhadap kegiatan Desa Mandiri Budaya

Sendangsari, 8 Maret 2025 – Desa Mandiri Budaya Sendangsari mengadakan pertemuan koordinasi dengan pemerintah kalurahan Sendangsari. Pertemuan ini dihadiri oleh semua ketua dari empat pilar pengurus, yaitu Desa Budaya, Desa Prima, Desa Preneur, dan Desa Wisata, serta Lurah Carik, Ulu-Ulu, Danarta, Kamituwa, Dukuh dan Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPK).
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas refocusing anggaran untuk program Desa Mandiri Budaya yang bersumber dari Dana Keistimewaan. Anggaran yang semula ditetapkan sebesar 1 milyar rupiah mengalami penurunan menjadi 700 juta rupiah. Dalam diskusi tersebut, semua pihak sepakat untuk menciptakan sinergi program antar lembaga guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program yang ada.
-
Desa Budaya: Desa Budaya berperan penting dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal. Lembaga ini berfokus pada penguatan identitas budaya masyarakat melalui berbagai kegiatan seni, tradisi, dan pelestarian warisan budaya. Dengan mengadakan festival budaya, pelatihan seni, dan program-program yang mendukung pelestarian tradisi, Desa Budaya berupaya menjaga kekayaan budaya yang ada dan meningkatkan rasa kebanggaan masyarakat terhadap warisan mereka.
-
Desa Prima: Desa Prima memiliki fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Lembaga ini berupaya menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program-program yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Dengan menyelenggarakan penyuluhan kesehatan, pendidikan non-formal, dan program pemberdayaan masyarakat, Desa Prima berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.
-
Desa Preneur: Desa Preneur berorientasi pada pengembangan ekonomi masyarakat. Lembaga ini mendorong wirausaha lokal dan menciptakan peluang kerja melalui pelatihan, pendampingan, dan akses ke pasar bagi produk-produk lokal. Dengan program-program seperti pelatihan kewirausahaan dan pengembangan produk, Desa Preneur berupaya meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
-
Desa Wisata: Desa Wisata bertugas untuk mengembangkan potensi pariwisata di desa. Lembaga ini berfokus pada pengelolaan dan promosi destinasi wisata lokal, serta pemberdayaan masyarakat untuk terlibat dalam industri pariwisata. Dengan mengembangkan infrastruktur wisata, pelatihan pemandu wisata, dan promosi destinasi, Desa Wisata berupaya menarik pengunjung dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Dalam pertemuan ini, alokasi anggaran untuk masing-masing lembaga juga dibahas. Berikut adalah rincian alokasi anggaran yang disepakati:
- Desa Wisata: 250 juta rupiah
- Desa Budaya: 200 juta rupiah
- Desa Preneur: 150 juta rupiah
- Desa Prima: 100 juta rupiah
Kegiatan yang akan dilakukan mencakup fasilitasi kegiatan baik infrastruktur maupun non-infrastruktur untuk pembangunan, pemberdayaan dan pembinaan yang sasarannya adalah masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan mendorong partisipasi aktif dalam pengembangan desa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat di kalurahan Sendangsari.
Koordinasi ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk tetap melanjutkan program-program Desa Mandiri Budaya meskipun ada penyesuaian anggaran. Dengan sinergi yang baik antar lembaga, diharapkan program-program yang ada dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kalurahan Sendangsari. Melalui kolaborasi ini, diharapkan Desa Mandiri Budaya Sendangsari dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin