Nyadran Bareng Padukuhan Paingan, Perpaduan Antara Unsur Tradisi, Budaya dan Agama

(SENDANGSARI.ID) Warga Padukuhan Paingan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, menggelar tradisi Nyadran Bareng, Haul Cikal Bakal, dan Merti Padukuhan di Pendopo Makam Tengah pada hari Sabtu (15/2). Acara ini dihadiri oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, Panewu Pengasih, Pamong Kalurahan, anggota DRPD Kulon Progo - Pancar Topo Driyo, ahli waris makam tengah, serta tokoh Masyarakat Paingan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ibadallah Rijalallah, tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Abdullah Salam dari Pondok Pesantren Nurul Dholam Pengasih. Suasana khidmad terasa saat warga bersama-sama mendoakan para leluhur yang mendahului.
Ketua Panitia, Tego Susio, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Nyadran telah menjadi agenda tahunan di Padukuhan Paingan. “Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta melestarikan kebudayaan lokal. Pemilihan lokasi di Pendopo Makam Tengah ini sebagai pengingat bahwa kita semua akan kembali kepada Sang Pencipta dan tidak ada yang abadi hidupnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, R. Sumbogo, AMd. selaku perwakilan ahli waris dari tokoh masyarakat Paingan terdahulu sekaligus mewakili para perantau memberikan donasi secara simbolis untuk pelaksanaan nyadran yang diterima oleh Dukuh Paingan.
Antusias warga Paingan mengikuti acara nyadran terlihat dari banyaknya peserta yang hadir memenuhi tempat yang disediakan oleh panitia. Laki-laki, perempuan, tua dan muda bahkan anak-anak ikut hadir dalam acara ini. Jika pada tahun lalu terdapat hadroh sebagai selingan acara, nyadran kali ini pihak panitia menghadirkan kesenian gamelan anak-anak. Penampilan kelompok-kelompok seni ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Padukuhan Paingan banyak memiliki bibit-bibit pelaku seni diberbagai bidang.
Dengan berlangsungnya acara ini, masyarakat Padukuhan Paingan kembali menunjukkan komitmen dalam melestarikan budaya dan memperkokoh kebersamaan. Seperti tema yang selalu diangkat dalam pelaksanaan nyadran di Padukuhan Paingan, yakni ” Memelihara tradisi lama yang baik, Mengambil tradisi baru yang lebih baik”. Nyadran merupakan tradisi lama dari masyarakat Jawa yang memiliki nilai-nilai positif. Untuk itu perlu ada pengenalan kepada generasi muda agar tetap melestarikan tradisi ini yang tentunya disesuaikan dengan era saat ini. Sehingga tradisi tetap dapat diterima, tanpa menghilangkan nilai-nilai positif yang terkandung didalamnya, seperti gotong royong yang harus tetap lestari ditengah masyarakat, khususnya di Padukuhan Paingan. (ipg)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin