Warga Mrunggi Gelar Merti padukuhan dan Nyadran di Makam Damplakan

(SENDANGSARI.ID) Warga Padukuhan Mrunggi kembali menggelar tradisi Nyadran sekaligus Merti Padukuhan di Makam Damplakan pada Selasa (11/2). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan menjelang bulan Ramadhan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta ungkapan syukur atas nikmat Tuhan YME.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat setempat, ahli waris, serta pamong kalurahan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil bersama dan mendoakan leluhur, dilanjutkan tausiyah oleh H. Jemakir, yang memberikan pesan moral dan keagamaan bagi masyarakat. Puncak acara ditandai dengan tradisi kepungan, yakni makan bersama dengan hidangan yang telah dibawa oleh masyarakat secara sukarela.
Dukuh Mrunggi, R. Sugiyono menyampaikan bahwa tradisi Nyadran ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat.”Selain mendokan para leluhur kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjaga kelestarian budaya warisan nenek moyang.” ujarnya.
Sedangkan Suhardi, Lurah Sendangsari dalam sambutannya mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam menjaga tradisi ini. “Merti Padukuhan dan Nyadran bukan hanya sekedar ritual, tetapi menjadi ajang mempererat tali persaudaraan serta mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menghormati leluhur dan melestarikan budaya lokal,” tuturnya.
Dengan terus dilestarikannya tradisi ini, masyarakat berharap nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur tetap terjaga, serta menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME. (ipg)

Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin