Pelatihan KWT Lanjutan, Pengolahan Biofarmaka dan Pembuatan Mie Mocaf

27 Juli 2023
Administrator
Dibaca 54 Kali

SENDANGSARI – Pemerintah Kalurahan Sendangsari kembali mengadakan pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT). Pelatihan hari ini merupakan pelatihan lanjutan yang telah dimulai pada hari Rabu kemarin (26/7) mengolah Umbi dan Pisang menjadi Tepung.

Materi pelatihan pada hari ini, Rabu (27/7) yaitu pengolahan Biofarmaka dan pembuatan Mie Mocaf. Kegiatan ini bertempat di Aula Kalurahan Sendangsari dan peserta pelatihan masih sama dengan hari kemarin yaitu anggota KWT Padukuhan Girinyono, Blubuk dan Pereng.

Materi Pengolahan Biofarmaka dipaparkan oleh Siti Rupingah, Ketua P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) Sari Jampi yang beralamat di Margosari Pengasih Kulon Progo. Siti menjelaskan tentang cara pembuatan Kunyit Asam, Wedang Rempah Instan, Sirup Jahe dan Simplisia Jahe.

“Hari ini kita akan belajar bareng membuat Jamu Kunyit Asem, Wedang Rempah Instan, Sirup Jahe dan Simplisia Jahe. Produk tersebut juga biasa kami produksi dan pasarkan.” jelasnya.

Kunyit asam merupakan minuman yang dibuat dari bahan baku utama berupa sari dari rimpang kunyit (Curcuma domestica), daging buah asam jawa (Tamarindus indica) dan gula. Minuman kunyit asam dapat dikategorikan sebagai minuman herbal yang memiliki manfaat Kesehatan.

Bahan baku pembuatan Kunyit Asam yaitu Kunyit, Gula Pasir, Gula Jawa, Gula Aren, Asam Jawa dan Air. Untuk cara pembuatannya adalah kunyit disortir lalu dirajang, diblender, disaring kemudian direbus bersama bahan lainnya sampai matang

Wedang rempah instan merupakan olahan minuman dalam bentuk kristal yang dibuat dari bahan baku utama berupa sari dari rimpang jahe, kunyit, dan temulawak, serta batang serai. dan gula pasir. Wedang rempah instan dapat dikategorikan sebagai minuman herbal yang memiliki manfaat Kesehatan.

Cara pembuatannya yaitu empon-empon (Jahe, Kunyit, Temulawak, serai) dibersihkan lalu diparut/diblender, diambil santannya, disaring dan disisihkan. Kemudian rebus rempah-rempah (Kapulogo, Cengkeh, Kayu Manis, Kayu Secang) lalu disaring. Setelah itu rempah-rempah dicampur dengan santan empon-empon, direbus dengan menambahkan Gula Pasir, aduk sampai mengkristal. Setelah itu diaduk terus dan disaring sesuai dengan keinginan apabila sudah dingin dapat dikemas.

Sedangkan Sirup jahe merupakan inovasi olahan yang dibuat dari bahan baku utama berupa sari dari rimpang jahe, gula aren, dan gula pasir. Untuk cara pembuatannya yaitu Jahe dibersihkan dan diparut atau diblender, kemudian diperas santan jahenya, direbus dengan tambahan gula dan serai digeprek, lalu dimasak sampai matang dan disaring untuk kemudian kalau sudah dingin dapat dikemas.

Simplisia merupakan bahan alami yang digunakan untuk bahan produk olahan dan belum mengalami perubahan proses apapun kecuali pengeringan. Untuk membuat simplisia Jahe tidaklah sulit. Setelah Jahe dibersihkan lalu dirajang dan dijemur di bawah sinar matahari sampai kering.

Setelah selesai pemaparan dari narasumber, para peserta pelatihan praktik membuat olahan biofarmaka tersebut.

Materi kedua yaitu pembuatan Mie Mocaf dengan narasumber Sutinem dari KWT Melati Pereng Pengasih Kulon Progo.

“Mie Mocaf merupakan mie yang terbuat dari Tepung Mocaf ( Modified Cassava Flour) atau tepung singkong termodifikasi. Mie ini lebih sehat karena tidak mengandung pengawet dan Non MSG. Memiliki kandungan karbohidrat kompleks dan tinggi serat. Cocok untuk penderita autis dan diabet.” paparnya.

Bahan baku Mie Mocaf adalah tepung terigu, tepung tapioca, tepung mocaf, CMC, garam, minyak, telur, dan air.

Cara pembuatannya yaitu semua bahan dicampur kemudian diuleni, dibentuk lembaran, dan dicetak menggunakan mesin pencetak mie. Setelah itu dikukus, didinginkan, dijemur dan dioven. Setelah dingin Mie Mocaf dapat dikemas.

Selanjutnya para peserta mempraktikkan membuat Mie Mocaf dengan dipandu dan dibimbing oleh narasumber.

Paryati, anggota KWT Padukuhan Blubuk merasa sangat senang dengan adanya pelatihan ini karena dapat meningkatkan ilmu dan pengetahuan. “Saya sangat senang bisa ikut pelatihan kali ini, pengetahuan saya bertambah. Sekarang saya jadi paham cara membuat Jamu Kunyit Asam, Sirup Jahe juga membuat mie dari Tepung Mocaf. Semoga KWT kami dapat memproduksi dan memasarkan juga.” ungkapnya.

(ipg)